Rooney masih raja “The Three Lion”

Wayne Rooney, kapten timnas Inggris
Wayne Rooney, kapten timnas Inggris

Sempat diragukan kelayakannya dalam memimpin tim The Three Lion, performanya yang cukup terang di dua pertandingan terakhir membuat Rooney masih layak disebut “Raja Singa” di tim Tiga singa itu.

Penampilannya yang tak membahana seperti dulu yang dimakan oleh faktor usia membuat lari sang Rooney tak sekilat dulu. Menempati posisi sebagai striker tengah, tak sedikit publik bolamania yang meragukan kemampuan Rooney dalam mengemudikan skuat The Three Lion itu, bahkan banyak yang menginginkan nama Rooney dieliminasi dari keberadaan tim saking merosotnya kepercayaan publik padanya. Untunglah posisinya saat ini masih ditopang oleh barisan singa muda sebangsa Harry Kane, Daniel Sturridge, dan Jamie Vardy. Namun tak dapat disangkal peran Rooney dalam mengomandoi skuat masih terasa, pasalnya strategi strategi serangan dan pola umpan masih dikomandoi dari otak Rooney. Jadi masih bisa dibilang Rooney masih “Raja Hutan” dalam rimba skuat Inggris.

Tengoklah saat ini kemampuan umpan Rooney yang digjaya, sebagai seorang pengumpan master, statistik tak pernah berbohong jika menunjukkan data dari 134 umpan yang dilepaskan Rooney, tingkat keakuratan umpannya mencapai 87,3 persen di Euro 2016. Tak berlebihan rasanya jika gelar Umpan Master atau Mbah Umpan disematkan pada Rooney. Seorang kolumnis Daily Mail, Rob Draper mengatakan “Dia adalah pesepakbola Inggris paling intelek. Dalam arti dia melihat pertandingan dengan fokus lebih lebar dari pemain lainnya.” Yang pasti, pengalamannya yang segudang selama 12 tahun itu pasti bisa membawa tim ke arah yang lebih baik.

Pemain Berpenghasilan Tertinggi Euro 2016

Eden Hazard, pemain dengan penghasilan tertinggi selama Euro 2016
Eden Hazard, pemain dengan penghasilan tertinggi selama Euro 2016

Piala Eropa menjadi tempat tumpahnya pemain pemain bintang dengan segudang prestasi yang berkumpul dari seantero benua biru Eropa. Menariknya penghasilan para pemain ini berbanding lurus dengan talenta dan prestasi mereka. Semakin tinggi prestasinya, tentunya bayaran yang diterima pun semakin fantastis.

Berikut beberapa contoh pemain yang tergolong memiliki bayaran fantastis itu :

1. Eden Hazard
Bermain di tim Belgia, dengan honor 17 juta euro

2. Bastian Schweinsteiger
Gelandang dibawah asuhan Joachim Loew ini berpenghasilan 18,8 juta euro

3. Iker Casillas
Sang kapten dari Spanyol sekaligus kiper di Porto. Mempunyai penghasilan 21 juta euro

4. Andres Iniesta
Gelandang Barcelona, algojo tengah Spanyol. Honornya 21,5 juta euro

5. Wayne Rooney.
Pemimpin skuat The Three Lion. Dengan penghasilan 22 juta euro.

6. Thomas Muller.
Pemain dengan bayaran tertinggi di tim Jerman, 23,6 juta euro.

7. Gareth Bale.
Kapten tim Wales yang membuat Wales lolos untuk pertama kalinya di Euro 2016. Penghasilannya 25 juta euro pada musim ini.

8. Zlatan Ibrahimovic.
Ujung tombak andalan Swedia. Berpenghasilan 28,5 juta euro.

9. Cristiano Ronaldo.
Mesin gol Portugal. Mengantarkan Madrid meraih juara Liga Champion. Pemain berpenghasilan tertinggi di dunia, yakni 67,4 juta euro.

Tim Rusia Ingin Mengulang Sejarah 2008

Timnas Rusia Euro 2016
Timnas Rusia Euro 2016

Sadar bukan salah satu tim favorit tidak menyurutkan langkah Rusia untuk membuat gebrakan besar. Berbekal peristiwa gemilang yang dialami Rusia pada Euro tahun 2008 menjadi modal dan motivasi utama tim Rusia. Tim besutan Guus Hiddink nyatanya mampu menebas tim Favorit Belanda walaupun awalnya publik apatis dan skeptis Rusia bisa berbuat banyak.

Berhasil masuk ke semifinal Pada Euro 2008 menjadikan hal tersebut pencapain terbaik Rusia sejak tahun 1992. Berbekal itulah tim ini termotivasi untuk mengulang sejarah gemilang tersebut. Kemenangan 3-1 atas Belanda kala itu tampaknya ingin dirasakan juga oleh pelatih Rusia sekarang Leonid Slutsky. Pernah ditekuk Prancis 4-2 dalam partai ujicoba membuat Rusia tak diunggulkan, namun ini bisa menjadi nilai plus bagi Rusia karena bisa tampil tanpa beban dan membuat kejutan.

Walaupun tak memiliki megabintang dan absennya Alan Dzagoev karena cedera tak lantas membuat Rusia putus asa. Pemain berpengalaman seperti Igor Akinfeev, Vasily Berezutsky dan Roman Shirokov dapat menjadi pilar bagi pemain muda lain seperti Aleksander Golovin, Oleg Shatov, dan Aleksandr Kokorin, ditambah ujung tombak serang Dzyuba yang menjadi simbol kejutan di Rusia. Menang atas Swedia 1-0 dan Portugal 1-0 menjadi buktinya.